Kamis, 29 September 2011

S.O.S

It's not the equipment that makes the film so special but it's the person behind the film making
 Mustafa Davis 




Postingan kali ini akan kembali membahas film docu-drama dari Euston Production, which is itu kelompok tv production gua (narsis nih ceritanye ye), yang berjudul Sounds of SAJA. Mungkin beberapa dari kalian, para pembaca udah tau tentang Euston Production dan filmnya ini, tapi buat yang belom tau apa sih Euston Production dan apa sih Sounds of SAJA (S.O.S) itu, kalian bisa baca postingan gua sebelomnya karena gua nggak akan bahas banyak lagi di postingan ini mengenai tim tv production gua.


Sedikit flashback, seperti yang udah gua tulis di postingan sebelomnya, di semester 4 kemaren kelas gua dan beberapa kelas jurusan masscom lainnya kedapetan tugas keren dari dosen tv production kami, yaitu membuat film dokumenter berdurasi +/- 5 menit dengan tema 'Orang yang memberi pengaruh baik ke masyarakat' (kurang lebih gitu deh ye temanye), and guess what, ternyata film ini nggak cuma sebagai project UAS kita, tapi juga sebagai project lomba Ripple TV Makers. Nggak heran ye semua kelompok berlomba bikin film bagus dan berkualitas. Sialnye, as you guys knew, pembuatan film dalam kelompok gua nggak berjalan mulus. Pengulangan syuting pun sempat terjadi. Ngulang dari awal ye bayangin! Bayangin deh sekarang!!! *bantingkamera*


Saat hari UAS tiba, 3 kelompok di kelas gua, termasuk kelompok gua, berkesempatan buat nampilin film masing-masing ke hadapan sang dosen. Sayang sang asdos kesayangan nggak bisa ikut dateng nonton #eaaaaaa..Kalo ngeliat 2 kelompok lain di kelas gua, gua jelas minder men! Mereka bagus-bagus. Oke-oke. Keren-keren. Teknik ngambil gambarnya oke, talentnya mantep, editingnya maknyuuus. Beda sama kelompok gua yang teknik ngambil gambarnya masih kasar, talentnya minta ditabok gara-gara pas di interview pandangan matanya kosong sehingga membuat gua meyakinkan dia  lagi kesambet pas kita interview, dan editingnya masih kaco parah akibat diselingi dengan main game dan dengerin lagu Jessica Iskandar. Ke laut ajah dah ini editornya!!! *tenggelemin diri ke laut*


Saat UAS, dosen gua nggak banyak mengomentari film-film yang udah beliau tonton. Barulah di awal semester 5 ini kita dikasih tau siapa-siapa aja sih yang menempati urutan 10 besar pilihan kampus, dan Euston Production MASUK dalam jajaran TOP 10 pilihan kampus.


Uwanjriiiit!!! Seketika jantung gua berenti saat dosen gua menyatakan kelompok gua masuk dalam jajaran TOP 10. Cengo. Otak gua sekip. Nggak lama gua ikutan tepok tangan bareng temen sekelompok. Berikutnya gua nengok kebelakang, terus tos sama peyang. Disebelah gua duduk Silvana dan Christy yang meluapkan kesenangan mereka dengan kembali berpelukan ala ala teletubbies. Dibelakang July main hulahup. Titin lompat galah. Fani aerobik-an. Ira menggelinjang. Gebi jejogetan. Firda jungkir balik. Yanti bergulingan. HEY!!! INI KELOMPOK FILM APA GRUP AKROBAT??? Luapan kebahagiaan yang anarkis sepertinya.


Dari 10 besar film yang dipilih kampus gua, akan dipilih lagi 3 besar oleh juri dari San Fransisco, Amerika dan nantinya akan berlomba lagi dengan film-film dokumenter dari USA. Acara pemilihan 3 besar ini diadakan di @america di Pacific Place, dan kesepuluh tim yang beruntung masuk dalam TOP 10 diundang dateng menghadiri acaranya pada Jumat, 23 September 2011 kemaren. Kami pun akhirnya dateng kesana walaupun minus 3 orang.


Dari malem menjelang acara pemilihan 3 besar sampai saat acaranya berlangsung, Euston Production, which is itu tim gua, langsung bernorak ria ngapdet status dimana-mana. Norak? Hm..mungkin sebagian mikir gitu. Mamer? Mungkin juga ada yang mikir gitu, tapi buat gua dan kelompok gua, ini adalah luapan kegembiraan atas hasil kerja keras dan ngalahin kesombongan akut dari seseorang yang sangat belagu sekali.


Buat orang-orang yang nggak ngerti permasalahan yang ada dalam kelompok gua, hal yang dilakukan oleh gua dan temen-temen sekelompok gua emang terkesan norak dan mamer, tapi gua ucapin makasih buat mereka yang memaklumi luapan kebahagian kita yang terkesan alay itu. Mereka yang memaklumi sebagian besar adalah temen-temen gua yang udah tau banget perjuangan kelompok gua dalam buat film ini.

Kalo ada ayat di Alkitab yang mengatakan 'Tuhan menggunakan orang bodoh untuk mempermalukan orang bijak', maka ayat itu baru saja terjadi di kehidupan nyata dalam Euston Production. Bagaimana mujizat Tuhan terjadi dalam kelompok kami yang sudah diambang kehancuran (ceileeeh). Tuhan tahu bagaimana perjuangan kami dalam pembuatan film ini. Tuhan tahu ketika kami diancam dengan kalimat 'Halah, kalu kuambil perlatanku juga kalian ndak bisa kerja.' atau ketika kami direndahkan dengan kalimat 'Kalian buat film seperti ini? Hm..kalo untuk sekedar lulus UAS aja sih udah cukup lah. Paling dapet C+, tapi kalo untuk dilombakan, ini mah nggak akan menang.' Tuhan tahu..Tuhan tahu pedihnya dan capeknya kami sekelompok ketika kami harus mengulang keseluruhan adegan dalam waktu kurang dari 2 minggu menjelang deadline. Tuhan hitung setiap tetesan air mata yang turun jatuh saat pembuatan film ini. Gundah gulana satu tim. Kekesalan satu tim. Amarah yang muncul. Tuhan tahu. Tuhan simpan semua itu untuk diganti dengan sesuatu yang indah.


Sekarang semua terbayar. Kalimat ancaman itu tak berlaku lagi. Kami berhasil syuting dengan menggunakan kamera SLR. Tak perlu handycam mahal. Dengan SLR kami mampu membuat sebuah film berdurasi +/- 5 menit dengan baik. Segala amarah, tangis, galau diganti dengan senyum kemenangan, dan kalimat merendahkan diganti dengan pembuktian dari Tuhan kalau film kami layak mendapat A (yah, walaupun A-) dan layak masuk 10 besar. Kami nggak perlu lagi peralatan mahal dan orang sombong yang sok tahu. Kami cukup memakai kamera SLR dan andalkan Tuhan dalam syuting ini, dan Tuhan memaksimalkan film kami.


Malem kemaren adalah malem yang luar biasa. Kami bukan pemenang. Kami juga tidak lolos dalam the TOP 3, tapi sekali lagi, Tuhan meninggikan kami. Kami tak hanya dibuat senang dengan masuk 10 besar, tapi Tuhan membuat kami bahagia karena selain masuk 10 besar, kami masuk dalam jajaran THE TOP 5 RIPPLE TV MAKERS. Apapun itu hasilnya, kami sekelompok sangat bersyukur buat apa yang udah kami raih. Kemenangan kami tak hanya karena film kami masuk dalam jajaran 10 besar, tapi kemenangan kami terletak pada perjuangan kami sampai film ini publish. PROSES lah yang terpenting. BUKAN HASIL :)


Terakhir, I would like to say CONGRATULATION to OBSCURA PRODUCTION yang berhasil nempatin JUARA 1. Good job guys :*




Gallery Photo






Check the equipments

Presentation about S.O.S

Last shooting!

Final Presentation


S.O.S on screen at @america

The Judge from San Fransisco

Here we are, Euston Prod :D

Check out our movie, Sounds of SAJA in HERE





Senin, 12 September 2011

S.O.S Trailer

Di postingan terdahulu tentang 'EUSTON PRODUCTION', gua janji bakal ngasih link upload-an hasil syuting gua ke pembaca semua. Well, akhirnya gua berhasil nge-upload trailer dari film gua yang berjudul Sounds of SAJA. Kalo dipikir lagi, lucu juga sih sebenernya sebuah film dokumenter yang berdurasi 5 menit dibikin trailer, tapi yaudahlahyah -.-"

So, here's the trailer guys...enjoy :)


Sabtu, 20 Agustus 2011

Lifestyle of the Rich and Famous - Good Charlotte

Thanks to Joel Madden, Benji Madden and Tim Armstrong for wrote this song :D




Jumat, 19 Agustus 2011

Emotionless-Good Charlotte

Hey dad
I’m writing to you
Not to tell you
That I still hate you
Just to ask you
How you feel
And how we fell apart
How this fell apart

Are you happy out there
In this great wide world
Do you think about your sons
Do you miss your little girl
When you lay your head down
How do you sleep at night
Do you even wonder if we’re alright
But we’re alright
We’re alright

It’s been a long hard road without you by my side
Why weren’t you there the nights that we cried
You broke my mother’s heart
You broke your children for life
It’s not ok but we’re alright
I remember the days you were a hero in my eyes
But those are just a long lost memory of mine
I spent so many years
Learning how to survive
Now I’m writing just to let you know
I’m still alive

The days I spent
So cold, so hungry
Were full of hate
I was so angry
The scars run deep inside
This tattooed body
There’s things I’ll take
To my grave
But I’m ok
I’m ok

It’s been a long hard road without you by my side
Why weren’t you there the nights that we cried
You broke my mother’s heart
You broke your children for life
It’s not ok but we’re alright
I remember the days you were a hero in my eyes
But those are just a long lost memory of mine
Now I’m writing just to let you know
I’m still alive
And I’m still alive

Sometimes I forget
Yeah, and this time
I’ll admit that I miss you
Said I miss you

It’s been a long hard road without you by my side
Why weren’t you there the nights that we cried
You broke my mother’s heart
You broke your children for life
It’s not ok but we’re alright
I remember the days you were a hero in my eyes
But those are just a long lost memory of mine
Now I’m writing just to let you know
I’m still alive

And sometimes I forget
This time I’ll admit
That I miss you
I miss you
Hey dad

Seleb-Fans

Apa sih yang mampu membuat seorang selebritis tetap bertahan di posisinya sekarang ini? Talent? Boleh lah..kalo nggak ada kemampuan atau keahlian khusus yah susah juga seorang selebritis mempertahankan posisinya. Keunikan? Hmm..bisa juga. Biasanya semakin unik gaya dari seorang selebritis, maka semakin laris juga seleb itu di dunia entertainment (ex. Tukul dengan 'kembali ke laptop' nya atau Sule dengan 'prikitiuuu' nya). Anything else? Yup! FANS! Seorang selebritis kalo nggak punya basis fans yang kuat mah sama aja boong! Dengan dukungan fans yang banyak, seorang selebritis bisa tetep bertahan di posisinya sebagai selebritis.

Nggak muna, gua juga punya banyak banget idola (well, gua sih lebih ngarep punya banyak fans dibanding punya banyak idola.hahaha). Gua masih inget banget seleb pertama yang gua idolain, ini dia


Lindsay Lohan adalah seleb pertama yang gua idolain. Setelah nonton film Mean Girls dan dengerin single nya yang berjudul 'Rumours', gua akhirnya jadi ngefans sama seleb yang satu ini. Seleb ini memotivasi gua untuk bisa bahasa inggris. Gimana caranya? 

Jadi gini, eheem..oke, ini mungkin agak 4L4y *mukamerah*, jadi gini, dulu nih yah, saking ngefans nya sama Lindsay, gua sampe berencana mau nulis surat buat dikirim ke Amerika sebagai bukti kalo gua ngefans banget sama dia (bip..bip..bip..4l4y detected). Dulu gua masih gaptek pake email dan internet emang belom selaris sekarang. Taon 2004-2005, internet agak susah dijumpain, paling banter lo bisa ketemu internet di warnet terdekat, dan itu pun kebanyakan warnet lebih menyediakan jasa game dibanding jasa internetan. Jadi, cara paling aman waktu itu adalah by mail. 

Berhubung mau ngobrol sama seleb luar (belaguk lo ling!), gua akhinya ngebenahin bahasa inggris gua. Dengan diajarin sohib gua Dinna dan dengan ketekunan yang tinggi, akhirnya gua mampu berbahasa inggris dengan baik dalam waktu 2 bulan saja. Welll, emang sih gua masih belom jago, but al least gua udah bisa ngartiin lirik lagu rumours, nyanyi lagu rumours dengan bener (sampe bagian rap nya juga loh) dan bisa membedakan pengucapan 'beach' dengan 'bitch'. Lindsay juga lah yang memotivasi gua untuk bisa ke New York suatu hari nanti dan berkat ngefans sama Lindsay juga lah gua akhirnya jadi demen sama bidang perfilm-an. So, Lindsay, if you read my blog, I would like to say, thank you so much for motivated me, love ya, xoxo, maling (serasa gua yang selebnya).

"Lindsay kan udah mulai ancur nih ling sekarang, gimana pandangan lo ke dia? Masih tetep ngefans nggak?"

"Sebenernya sih gua kesel dan kecewa banget begitu tau dia mulai ancur. Image a good girl nya udah ilang entah kemana. Gua udah rada ilfil pas nonton film Georgia Rule. Disitu dia nggak banget deh cyiin..ditambah denger rumours dia pake drugs, suka minum alkohol, hiiy... tapi berhubung dia udah memotivasi gua ke arah yang positip, yah sampe detik ini gua tetep dukung doski. Hidup Lindsay Lohan! Rehabilitasikan Lindsay! Penjarakan Lindsay! Berantas alkohol! Perbanyak susu kemasan sebagai pengganti alkohol! say no to drugs! Piss Loph and G4h03L!"

"Ada lagi nggak seleb luar yang idolain selain si kucrut Lindsay Lohan?'

"Ada dong sob! Gua juga ngefans sama Kelly Clarkson. Clarkson yah, bukan klakson!


Gua nggak ngerti kenapa yah, pemenang American Idol 1 ini kok suaranya mantep banget. Breakaway, Behind These Hazel Eyes, Because of You, I Do Not Hook Up, My Life Would Sucks Without You bisa dinyanyiin sama doi dengan mantep banget. Suaranya yang negrock itu loh..hemmpph...bikin gua..geregetan..jadinya geregetaaaan... Two thumbs up deh buat Kelly. Keep Rockin', Dude! (sok akrab lo ling!).

One more, gua juga ngefans sama group band yang satu ini...


Good Charlotte sih keren abis loh! Lagu-lagunya asik banget, liriknya nancep-nancep, dan performance nya keren abis! Here the lyric of GC's song, Lifestyle of the Rich and Famous, 'Lifestyle of the rich and the famous, they always complaining..always complaining..' Cool huh?! Btw, love ya Joel Madden :*"

"Perasaan seleb luar mulu lo ling idolanya. Seleb dalem negeri nggak ada apa?"

"Tenang boii, calm down! Gua punya idola dalam negeri kok."

"Siapa ling? Sule? Tukul? Raffi Ahmad? Siapa sih ling?"

"Nih, gua kasih tau clue nya...
  ' Surat cintaku yang pertama...
  membikin hatiku berlomba...
  seperti melodi yang inda..aa..aaah..
  kata-kata cintanya...padakuuu...'

"Ooo..lo ngefans sama Vina Panduwinata?"

"Bukan boii! gua ngefans sama Jessica Iskandar *mukamerah*"




"Lah..itu kan lagunya Vina Panduwinata...???"

"Gini...Jessica Iskandar adalah seleb Indo pertama yang gua idolain. Pertama kali tau ke-eksis-an doski dari film Dealova. Mukanya enak aja diliat, tapi sayang gua nggak begitu ngidolain dia banget waktu itu. Jessica sempet nggak ada kabar beritanya selama beberapa waktu. Tiba-tiba yang gua tau dia udah main di beberapa film bioskop kayak DIVA yang merupakan film musikal gabungan Indonesia dan Malaysia dan Coblos Cinta. Nah, gua mulai 'ngeh' lagi dengan keeksisan Jessica dari film Coblos Cinta.

Beberapa waktu kemudian hadirlah jejaring sosial bernama Twitter. Gua nggak ngerti apa-apa soal twitter ini. Yang gua tau tentang twitter itu cuma itu jejaring sosial buat ngebacot dan kedua banyak seleb yang pake twitter. Akhirnya gua mutusin buat bikin twitter, tapi berikutnya malah nggak pernah gua buka sampe pada akhirnya twitter udah mulai eksis.

Nah, begitu twitter ini eksis dan akhirnya gua pun eksis juga di twitter, gua akhirnya follow-follow-in seleb-seleb yang gua idolain, nah, di saat itu juga gua ketemu sama twitternya Jessica iskandar, cyuus akhirnya gua follow @jess_iskandar. Waktu itu isi tweet nya doski lebih banyak ke arah mempromosikan film barunya, Nazar.

Menurut temen gua, Jessica termasuk seleb yang ramah karena mau bales mention orang-orang. Iseng-iseng akhirnya gua mention dong. Jadi Jessica sempet update status soal nobar film Nazar nya dan gua reply, 'mau dong ikut'. Abis mention perasaan gua campur aduk. Antara takut ga dibales, terus nyatu sama perasaan nyesel pake mention-mention segala. Beberapa lama kemudian...gua dapet satu mention isinya retweet-an dari Jessica, 'Boleh, nanti dateng aja yah ke TIM. Ada nobar disana.' Widiiiih!!! Mimpi apa gua semalem? *gamparpipi*, di hari nobar gua pun akhirnya pergi ke TIM, tapi karena ulah dua sahabat gua, Halim dan Daniel yang terlalu pinter, akhirnya gua nyasar dan nggak bisa ikut nonton bareng -.-"

Lama udah nggak pernah mention-mention Jessica lagi sampe akhirnya Jessica bersiap ngeluncurin mini albumnya yang berisi 5 lagu dengan single nya yang berjudul 'Surat Cinta', remake dari lagu Vina Panduwinata dengan judul yang sama. Ternyata oh ternyata, belom sampe mini albumnya keluar, lagu surat cinta versi Jessica Iskandar udah ada di 4shared.com, gua coba download terus dengerin. Demi apapun gua akuin gua suka banget sama aransemen lagu ini.

Mulai dari situ gua kahirnya rajin mention Jessica buat nyemangatin doski yang lagi latian vokal, sampe akhirnya terbentuklah FC Jessica Iskandar di twitter yang bernama Jesilicious (you can follow -> @jessiliciousss)


Account @jessiliciousss awalnya dipegang seorang diri oleh seorang fans Jessica asal Bogor bernama Maya Rasty, berikutnya karena gua mengusulkan dan ngasih ide beberapa tempat yang pas untuk meet and greet Jessica (at that time, para fans mau banget kalo Jessica ngadain meet and greet, jadi para fans ngatur acara tersebut), akhirnya Maya ngajak gua bergabung jadi admin @jessiliciousss. Oke aja akhirnya gua. Kami gantian megang account itu setiap harinya. Lalu muncullah Angelyn Hendrik yang juga bergabung menjadi admin buat megang acc @jessiliciousss.

Sejak dari situ, gua jadi lumayan sering ngobrol sama Jessica di twitter, bahkan bersama dengan Angelyn Hendrik, gua akhirnya bisa ketemu Jessica pertama kali di studio Trans tv. Kebetulan Jessica lagi mau tapping acara Missing Lyrics. Deg-degan sih awalnya, takut Jessica nggak seramah di twitter. Begitu sampe di trans, gua dan Angel langsung disapa oleh Mas Bana, orang manajemennya Jessica. Dia nggak kenal gua, kenalnya Angelyn, dan nggak lama abis itu, jeng jeng jeng... Jessica keluar dari mobil.

"Ajugile ini artis tinggi bener yah." Pikir gua pertama kali. cakep dan tinggi banget. Model abis! Jessica senyum ke arah kita berdua. Melting. Bingung harus apa. Jessica nyamperin kita. "Haloo.." Sapa Jessica ramah pake senyum manis bikin melting. "Haloo.." Bales Angelyn dan sejurus kemudian Angelyn dipeluk. "Angel yah?" Tanya Jessica. "Kalo yang ini siapa?" Tadinya mau boong "oo..saya mbaknya Angelyn nih. Jagain Angel takut ilang." Akhirnya karena desakan nurani dengan jujur gua jawab, "Marline, he he he" sambil cengengesan nggak jelas, beruntung nggak digampar Jessica pake heels. "Ooo..Marline Liman yah?" Bales Jessica dengan senyum. Sesaat pengen nangis. Doski inget dong nama gua (ya iyalah inget, lo kebanyakan mention dia saolnya ling). Berikutnya gua dapet jabatan tangan aja dari Jessi.

Satu jam lebih gua ada di kursi penonton acara Missing Lyrics nontonin Jessica yang jadi bintang tamu disana. Selesai, seperti biasa, poto-poto and a few minutes later, she was following me on twitter! Yaay! Kali pertama ada seleb yang mau follow gua.

Beberapa bulan kemudian, Tuhan kembali mempertemukan gua dengan Jessica lewat acara meet and greet. Dengan pasang RBT Surat Cinta - Jessica Iskandar, kita, para fans berkesempatan buat ketemu sama Jessi, dipilih 10 orang beruntung. Gua termasuk yang beruntung. Begitu ditelepon bisa ketemu Jessica, gua tuh rasanya kayak  ngebelah atmosfir berlapis-lapis, meluncur bareng paus akrobatik, terus ngebut menuju rasi bintang paliiiiing maniiiiiiis... Senengnya nggak ketolongan!

Di meet and greet itu akhirnya gua nemuin temen-temen baru sesama jesilicious juga. Ada Pingkan yang sekarang megang acc @realjesilicious, Bimbi, Putri, Bella, and so on.. dalam acara itu gua juga dapet satu poster dengan tanda tangan Jessi dan dengan manisnya gua pajang di lemari kamar gua. hehehe

Nggak cuma sekali Jessi ngadain meet and greet. Saat launching mini albumnya di Hard Rock Cafe Jakarta, gua lagi-lagi diundang. Kali ini ketiga admin hadir lengkap. Maya ada, gua hadir, Angel presence. Hadr juga beberapa jesilicious lain yang turut diundang dalam acara tersebut :)


Megang Acc @jessiliciousss buat gua sangat menyenangkan. Gua bisa ketemu sama temen-temen baru dan yah, akhirnya gua bisa juga maintain good relationship sama seorang selebritis. Sampe detik ini gua masih terbilang hepi-hepi aja buat megang acc ini. Secara Jessi nya sendiri ramah dan abe, kenapa nggak. Beda kalo selebnya udah songong bin nyebelin, mungkin gua bakal males megang acc nya.

Suka duka jadi admin juga udah gua rasain. Mulai dari ikutan dipuja-puja sama fans nya Jessi sampe diomelin sama fans-fans nya. 
After all, I would like to say, Keep Rockin' Jess! \m/

"Wiii..ling..mantep pisan..masih sering ketemu Jessi?"

"Nope. Gua sibuk kuliah. Sejak masuk masscom gua jarang ada nganggurnya, tapi gua tetep ngarep bisa ketemu Jessi sih. Pengen ngobrol-ngobrol lagi kayak dulu :)"

"Ada lagi seleb Indo yang lo idolain?"

"Sampe sekarang Jessi masih paling T.O.P.B.G.T yah, tapi gara-gara sering ikut nonton Masterchef Indonesia sama emak gua, gua jadi rada ngefans sama Fero nih. Masaknya jago cuii..."


"Wii.terus lo ada mention-mention dia nggak kayak lo mention Jessica?"

"No Comment!!!"

"Jiih..ling ling..kok no comment..jiiih..ling..liiing..jawab!"

"No Comment yah mbak!!! *kibasponi*" -> serasa seleb




Sabtu, 13 Agustus 2011

We Are Golden

Buat kalian para remaja yang suka galau, yang suka ngeluh dengan segala aktivitas yang ada, yang gampang nyerah, here, gua rekomendasikan satu lagu dari MIKA, We Are Golden








Minggu, 17 Juli 2011

EUSTON PRODUCTION

Aloha readers semua, pie kabar'e? udah lama nih yah gua nggak open open blog dan write write something di dinding blog. Okay, now, I'm coming back beybeeh...

Untuk mengobati rasa rindu para pembaca semua *ceileeeh* terhadap tulisan gua, di postingan ke 100 gua ini (beneran, ini postingan ke 100 gua neh), gua akan menuliskan suka-duka serta hasil daripada ujian TV PRODUCTION yang jatuh di hari Kamis, 14 July 2011 kemarin, tapi sebelumnya mari kita ucapkan happy birthday dulu yuk buat temen gua si July yang baru aja ulang tahun tanggal 10 kemaren. Here a song for you buddy 'Si kepala dua...si kepala duaaaa..si kepala,pala duaaa...July sudaaah tuaaaaa....' Semoga di usia ke 20 ini anda semakin pintar, semakin eksis, dan semakin bulat, uppss...

Well, gua seneng banget loh ketika dosen mata kuliah TV Production, Pak Boy menyuruh untuk membuat kelompok berisikan 10-11 orang untuk project bikin film dengan tema 'Orang yang Memberi Pengaruh di Lingkungan' (fyi, gua ngak tau tema pastinya apa, tapi kira-kira begitu deh temanya). Di saat itu juga gua akhirnya sekelompok bareng July, Peyang, Titin, Fani, Christy, Silvana, Gebi, Ira, Firda, Sudiyanti dan Misi, sayang Misi harus terdepak dari kelompok kami karena jumlah maksimalnya hanya 11 orang, huhuhu.

Disaat itu juga, kami menamai kelompok kami dengan nama EUSTON PRODUCTION. Keren kan...Kenapa Euston? Euston diambil dari nama ruang kelas kami di kampus, yah jadi daripada ribet kasih nama lain, akhirnya kami menamai kelompok kami dengan EUSTON. Sebelumya udah banyak banget masukan nama-nama untuk kelompok kita, mulai dari afterschool, afterschool, dan afterschool, melenceng dikit jadi aftercollege. Entah darimana nama afterschool itu. Yang gua tau afterschool itu adalah salah satu girlband dari korea sana, dan dengan gamblangnya anak-anak kelompok gua selalu mengemukakan ide untuk pake nama afterschool. Gua jelas nggak setuju. Gua lebih prefer pake nama Eleven Icons biar nanti tim project gua ini nggak kalah beken dan eksis dari Seven Icons, nggak nggak nggak kuat..nggak nggak nggaaaaak kuaaaaat...

Untuk membuat film ini kami berkali-kali harus mengadakan rapat kecil untuk menentukan jenis kamera apa yang dipake, siapa talent nya, syutingnya dimana, ceritanya gimana, narasumbernya siapa, dll, and fyi, ini ribet sekaleeee... proses syuting kami bagi menjadi 3 bagian, yaitu Pre-production, Production, dan Post-production.

PRE-PRODUCTION

Ini adalah bagian persiapan. Rapat-rapat kecil untuk mendiskusikan cerita itu dimulai dari sini. Sudiyanti selaku produser, Firda sang sutradara, Ira sebagai sekretaris dan scriptwriter si Christy sangat berperan besar dalam bagian ini. Pada bagian ini, kami menemukan beberapa hal penting untuk dijadikan cerita dalam film kami. Kira-kira beginilah hasil dari pre-production

Judul: S.O.S (Sounds of SAJA)

Narasumber: Reinhard Hutabarat

Cerita:
Reinhard yang seorang mantan anggota PBB bertugas menjual beras murah di bawah kolong tol. Saat itu ia melihat banyak anak-anak yang bermain pada saat jam sekolah tengah berlangsung, maka dari itu Reinhard memutuskan untuk membangun sebuah sekolah gratis untuk anak-anak yang ada di bawah kolong tol, bernama SAJA. Namun karena omset pendapatan orangtua menurun akibat anak-anak mereka bersekolah, maka Reinhard pun dibenci habis-habisan oleh warga kolong.

Untuk keperluan equipments atau peralatan-peralatan, kelompok kami medapat pinjaman dari seorang romo di gereja gua. Tak hanya itu, para talent/aktor pun diambil dari anak-anak OMK di gereja gua.

Di bagian ini, kami juga menentukan job desk masing-masing untuk film yang akan kami buat. Ini dia kira-kira pembagian job desk nya














PRODUCTION

Kami berhasil syuting sebanyak 3 kali. Syuting dilakukan setiap hari sabtu dimulai dari hari sabtu di minggu kedua bulan Juni dengan harapan di minggu terakhir bulan Juni semua proses production sudah kelar dan di minggu pertama bulan July kita sudah bisa masuk ke dalam proses post-production. Firda, Titin, Fani, Peyang alias Venny, July, Silvana, dan Gebi sungguh bekerja keras pada tahap ini.

Bersama-sama kami mengunjungi SAJA School di bawah kolong tol dekat Raja Kuring. Bekerja keras bersama dari pagi hingga siang. Dari bersih sampe kotor. Dari wangi sampe apek. Dari bersih sampe dekil, hiiiy... tapi mungkin pengecualian yah buat gua. Buat gua mungkin siklusnya menjadi dari kotor ampe kotor banget. dari bau sampe amis. Dari ileran sampe dekil. Maklum, gua selalu susah bangun dikala harus syuting pagi-pagi jam 8, dan akibat susah bangun, hal ini membuat gua akhirnya memutuskan untuk nggak mandi. Gua ulang NGGAK MANDI, kyaaaaa!!!

POST PRODUCTION

Inilah bagian edit-edit berlangsung. Gua, yak gua, bekerja sangat sangat keras dalam proses yang satu ini. Gua, yak gua sebagai editor dalam tim ini harus bekerja keras duduk di depan laptop berjam-jam untuk mengedit film S.O.S ini, tapi nyatanya, gua malah bekerja keras duduk berjam-jam di depan laptop untuk namatin level 3 game puzzle pokemon -.-" Jangan menghakimi saya. Game nya emang seru dan bikin penasaran banget. Bahkan si Peyang yang ikut serta merasakan derita mengedit pun juga nggak tahan buat namatin level 1 dan 2 game puzzle pokemon itu. See!!! You're nothing than me Peyang!!! Gua udah level 3 mamen and you??!!! HAHAHAHA. Yuhuuu!!! *plaaak* *sombong*.

Dilihat dan ditelaah sekilas, kayaknya proses bikin pelem kelompok gua kok lancar-lancar bener yak? Oh...jangan salah...dari 3 kelompok di kelas gua, kelompok gua lah yang paling bermasalah. Kita bahas masalahnya dari tahap-tahap yang ada.

PRE-PRODUCTION

Masalahnya cuma pada pemilihan nama tim aja. Afterschool, afterschool, afterschool, and afterschool, melenceng dikit aftercollage. Oke jadi gua udah bilang belom kalo orang-orang di kelompok gua itu mau kasih nama afterschool buat tim gua, melenceng dikit jadi aftercollage gitu...kiyuuut yah...

Masalah sesungguhnya dalam pre production adalah pengulangan proposal karena masalah yang terjadi pada tahap production.

PRODUCTION

Ini dia tahap yang isinya masalah semua. Mulai dari narasumbernya, warga kolong, talent sampe peralatan nggak ada yang bener semua.

Awalnya cuma diisi dengan masalah-masalah biasa, tapi lama-lama jadi masalah yang luar binasa. Puncak dari semua masalah ini adalah ketika hasil interview dengan Pak Reinhard harus HILANG karena ke-overwrite oleh romo gereja gua yang mencoba membantu proses syuting kami. Jadi kami memang menggunakan handycam milik romo gereja gua dan setelah itu untuk gampangnya kami memindahkan hasil rekamannya ke komputer gereja, tapi siapa sangka, doski sendiri yang meng-overwrite hasil kerja keras kami.

Hal ini jelas membuat gua kecewa. Pribadi yang selama ini gua idola-idola kan membuat keruh suasana kelompok gua. Kekecewaan gua berubah menjadi amarah ketika setelah menghilangkan hasil interview kami, doski sama sekali nggak mau bertanggung jawab dengan hilangnya hasil interview tersebut. Mati-matian gua meminta doski untuk mencari mini dv nya, dan jawabannya selalu 'Kau cari saja anak OMK yang mirip Pak Reinhard, lalu kau interview. Selesai kan?' Masalahnya adalah, kami perlu 'THE REAL' Reinhard Hutabarat untuk syuting ini, bukan Reinhard gadungan!!!

Amarah gua semakin mejadi setelah kepergian doski ke jogja untuk liburan. Selama doski bersenang-senang disana, gua dan kelompok gua mati-matian harus memikirkan pengulangan syuting, dan fyi, narasumber tercinta kami ini adalah orang sibuk yang sulit sekali dijumpai. Dia bisa nyisihin satu jam waktu pengulangan untuk syuting aja udah bagus, dan berkat pengulangan ini, gua harus rela diocehin sama narasumber. Screw you!

Kebencian gua semakin memuncak terhadap romo setelah kejadian hari minggu, 3 july 2011 kemaren. Dengan enaknya doski ym-in temen sekolompok gua si Fani dan bilang nggak bisa


Setelah temen gua tau hal ini, mereka jadi pada marah-marah, yeah wll, bener kata dua temen gua 'HARUSNYA UDAH JADI KALO NGGAK KE OVERWRITE' dan karena kejadian ini, sempet banget terjadi cek-cok kecil dalam kelompok gua, dan gua yang udah keburu panas juga ikut-ikutan cek-cok. Untung Tuhan buru-buru sadarin gua, fufufu. Dan keesokan harinya, tepat dimana kami sudah membuat story board baru, sudah mencari talent baru, sudah mempersiapkan peralatan baru, doski sms gua begini


Menurut lo pada gimana? Pantes kan gua marah?! Sori, bukannya mau mempermalukan doski, gua cuma mau jadiin ini bukti aja buat orang-orang di luar sana yang melihat bawa gua lah yang friik marah-marh sendiri sama romo. Mereka nggak tau susahnya dan capeknya harus ngulang lagi. Kalo gua mau mempermalukan doski, gua nggak akan mengedit nama dia di contact gua. Itu jelas gua edit namanya di contact gua.

Boleh share sedikit yah pengalaman rohani gua disini...

Di hari jumat dimana lusanya doski ym-in Fani, gua bener-bener galau. nasib kelompok gua diujung tanduk. Tinggal dalam itungan hari lagi deadline pengumpulan data, dan sampe waktu itu nasib kami belom jelas. Gua mutusin berdoa, dan gua denger ada suara yang bilang, 'Jangan...jangan sampai kamu salah pegang lagi. Berpegang pada-Ku dan semuanya akan baik-baik saja. Percayalah, kelompokmu akan baikbaik saja.' dan gua mendengar suara itu berkali-kali ketika hati gua mempertanyakan apa yang harus gua lakukan. Gua yang ngenailn kelompok gua ke romo ini dan sekarang gua pulalah yang harus ikut tanggung jawab. 


Beberapa lama kemudian, Peyang nyuruh beberapa dari kita berdoa minta tanda. Kalau emang pertolongan Tuhan itu datang lewat romo, maka kami mohon dilancarin untuk ketemu romo di hari itu juga, kalo bukan lewat romo, kami minta jangan pertemukan kami dengan romo di hari itu. Dan Tuhan menunjukkannya. Malam itu gua sama sekali nggak bisa kontek romo. Telepon gua nggak diangkat, sms nggak dibales. Gua akhirnya termenung, nggak sadar gua nangis, dan sesaat gua nangis, gua merasakan kekecewaan yang bener-bener fatal. Gua merem, gua doa lagi, dan gua denger suara lagi yang bilang 'Kalian yang minta tanda. Sudah Kuberikan. Sekarang kalian tahu kan harus berpegang pada siapa? Berpenganglah padaKu dan kelompok kalian akan baik-baik saja.' Gua nangis makin parah. Cengeng lo ling!


Esoknya saat malam hari, gua dan Peyang bertamu ke gereja dan mengembalikan seluruh peralatan canggih milik romo, dan mulai turun level, bikin pelem dengan SLR, tapi ini satu hal juga yang gua yakinin, dengan peralatan minim, Tuhan akan memaksimalkannya, dan Tuhan membuktikan itu. Hasil syuting kami lebih bagus dengan menggunakan SLR. Glory glory our GOD...


Minggu siangnya, lagi gua denger suara yang bilang 'Libatkan Aku dalam proses syutingmu. Aku ingin ikut di dalamnya. Berdoalah dahulu sebelum kau mulai syuting esok rabu. Undanglah Aku turut didalam proses syutingmu, maka Aku akan berdiri menjadi kameramen dan sutradaranya. Berdoalah dalam proses editing, maka Aku akan bersamamu mengedit.' Gua diem. Hening. Maka pada syuting hari rabu, tepat 8 hari sebelum proses pengumpulan film, gua berdoa pada Tuhan minta Dia ikutan syuting, dan lo tau keajaiban apa yang terjadi? Selain syutig kali ini beberapa orang di kelompok gua lebih semangat, including me (padahal tadinya pas udah masuk production pertama kali, gua udah nggak semangat loh), proses syuting kelar dalam 1 hari. CUKUP SATU HARI SAJA SAUDARA-SAUDARA!!! GLORY GLORY OUR GOD! Talent pun baru ketemu di menit-menit terakhir. Beruntung Halim, salah satu sahabat gua menawarkan temen kampusnya Jeffrey sebagai talent utamanya, dan ade gua si Daniel pun ngajak temen-temennya untuk ikutan syuting, and they want to join with us!!!


Dalam proses editing pun, Tuhan nggak ninggalin gua. Dia kirimin orang-orang jago edit tapi nggak sombong, seperti Peyang yang ternyata ahli banget ngotak-ngatik sounds saat edit, Caca alias Melisa temen sekelas gua yang jago banget editingnya. Doski baik banget mau ngajarin dan bantuin proses editing sampe burn dvd punya kelompok gua. Dan sekali lagi, gua merasa beruntung disadarin Tuhan lewat pengalaman ini, dan Tuhan bukain mata gua untuk melihat mana yang harus gua pegang. GLORY GLORY OUR GOD!!!

Back to reality,
Setelah kejadian ini, gua memutuskan untuk jauhin romo. Gua masih berusaha untuk maafin doski. Mungkin nggak sekarang, pelan-pelan akan gua coba...

POST PRODUCTION

Ini bagian yang paling seru. Bagian ngutak ngatik film yang udah diambil ini gua kerjakan berdua sama Peyang sampe jam 12 malem, dan gua masih harus edit sampe jam 3 pagi di hari H. Proses editing sambil melihat VC nya Jessica Iskandar yang merindukanmu membuat proses editing kami menjadi...SANGAT LAMA! Ya iyalah, jadi terbius untuk nyanyi dan mana KONSEN EDIT SAMBIL LIAT MUKA CANTIKNYA JESSICA ISKANDAR!!! Uhuuuuuuy!!! #singing: Merindukanmu...ingin seperti dulu...pengen balikan sama mantanku...

Berhubung di menit-menit terakhir otak gua dan Peyang udah keruh dalam mengedit, maka proses mengedit jadi begini

pilih game apa edit?

sumpah, ini si peyang 4L4y b3uuTT

Proses editing akhirnya dilakukan mepet. Trailer dari film yang kami buat  baru dikerjakan oleh gua dan Peyang di hari H pada pagi hari sambil makan siomay dan kue sus *pentingbenar*, dan proses nge-burn film ke DVD baru dilakukan H-1 jam. Dengan bantuan Caca, akhirnya film kami pun ke burn.

Kami puas sekali melihat hasil film kami yang bisa dibilang luar biasa untuk kategori 'Film Dokumenter Mepet', I promise you that I will tell you guys when our movie is ready to published at youtube ;)

PHOTOS GALLERY

Production










Halim and Jeffrey

my brother and his friends

Jeffrey in action


Presentation



Euston Production :)

Euston prod and Obscura prod

with bu sut :* :*


UTS presentation

photos taken from: Stefhane :)